Rilis Film Bajaj Bajuri the movie

Catatan Produser – Chand Parwez Servia

Kronik mantu dengan mertuanya menjadi kisah tak terpisahkan dari keluarga Indonesia. Berbagai ceritera komedi lahir dari perseteruan mantu dengan mertuanya, sebagaimana Si Kabayan degan Abah, ayahnya Iteung. Tetapi yang relatif paling seru adalah kisah Bajuri dengan Emak dalam serial Bajaj Bajuri. Perseteruan tanpa ujung inilah yang diperjelas dalam BAJAJ BAJURI the movie, bagaimana Emak yang kecewa karena suaminya kawin lagi setelah ‘jual sawah’, akhirnya meninggalkan kampungnya di Palimanan dan tinggal di Jakarta yang multi etnis, menjadi bagian keluarga besar Metropolitan dengan kultur Betawinya. Hingga putriya Oneng bertemu Bajuri yang mau mengantar mereka pulang, sontak Emak bertanya “naik apa ?”. Melihat Bajuri ‘bawa mobil’ singkat ceritera Oneng menikah dengan Bajuri, dan Emak langsung pingsan melihat Bajuri hanya sopir Bajaj, mantan sopir yang dipecat. Ketika Bajuri akhirnya dapat warisan tanah dari almarhum babenya, Emak langsung curiga Bajuri bakal kawin lagi, sontak Oneang membela Bajuri, “Bajuri itu jual tanah, bukan sawah seperti Bapak !”

BAJAJ BAJURI the movie, menyimpan banyak peristiwa yang akan membuat penonton tergelak, kental hiburnnya dan situasinya dekat dengan kesehatan. BAJAJ BAJRI the movie secara lebih dalam berbicara tentang kisah cinta nan indah antara Bajuri dan Oneng. Bagi Bajuri membahagiakan Oneng adalah prioritas hidupnya, tetapi aral dan rintangan bertubi-tubi menghampirinya, hingga puncaknya Bajuri jadi tertuduh teroris. Bagaimana akhir perjuangan cinta seorang Bajuri untuk Oneng istri tercinta, dan Emak yang selalu mencibirnya? Jawaban lengkapnya ada di BAJAJ BAJURI the movie.

Skenario film ini saya baca beberapa tahun lalu, dibawa oleh Shanty Harmayn dan ditulis oleh Raymond Lee dan Chairul Rijal, gregetnya mirip skenario ‘Get Married’ yang ditulis Musfar Yassin. Ketika akhirnya skenario ini diproduksi oleh Starvision, semuanya adalah ‘jodoh’ dan kerja sama dengan Hardly Amazing Media Limited dan PT GMM Fil Indonesia sebagai pemilik right Bajaj Bajuri, patut dibanggakan. Eksekusi skenarion ke film dikerjakan oleh Fajar Nugros. Banyak bintang terlibat, menambah kesegaran film ini, termasuk PMR (Pengantar Minum Racun) yang tampil khusus disamping lagu-lagunya mengisi BAJAJ BAJURI the movie. Andhika Triyadi sebagai penata musik, berkolaborasi dengan pemusik Betawi untuk menguatkan nuansa film ini. Editing yang dikerjakan apik oleh Cesa David Luckmansyah berhasil menyusun nuansa film ini. Editing yang dikerjakan apik oleh Cesa David Luckmansyah berhasil menyusun peristiwa demi peristiwa terbangun dalam komedi penuh adrenalin, tapi memiliki romantisme tinggi. Sedangkan sound designer Khikawan Santosa, melengkapi ruang sepanjang film ini sesuai potret lingkungan tempat Bajuri tinggal. Post dikerjakan di Kantana Bangkok untuk menjamin kepuasan Anda. Bersiaplah untuk mengejar/dikejar BAJAJ BAJURI the movie, Pecah Di Bioskop Mulai 24 Juli 2014!

Catatan Sutradara – Fajar Nugros

Sebagai (kadang-kadang) pengguna Bajaj di Jakarta, saya sangat bersyukur ketika mendapat kesempatan untuk memfilmkan serial populer “Bajaj Bajuri”. Saya menjadi penonton setia serial itu setiap sore pada masa jayanya di televisi. Dan, ketika Starvision berniat memfilmkan serial terkenal itu, tantangan pertama adalah, akan seperti apa filmnya?.

Serial “Bajaj Bajuri”: populer di televisi Indonesia pada tahun 2000-an awal hingga pertengahan. Maka, jika seorang anak lahir saat serial itu tengah populer di televisi, kini saat “Bajaj Bajuri” rilis dalam bentuk film, mungkin usianya sudah menginjak remaja dan bisa jadi tak mengenal Bajuri. Dengan demikian, ada peluang bagi saya untuk mengenalkan kembali tokoh-tokoh dalam kisah “Bajaj Bajuri” ke publik, dan setelah mendiskusikannya dengan Pak Parwez sebagai produser, juga penulis kisah serial tersebut, kami menyepakati untuk memakai wajah-wajah baru dalam versi film “Bajaj Bajuri” ini.

Maka terpilihlah sederet nama untuk memerankan karakter-karakter yang sudah familiar bagi publik itu, Bajuri diperankan oleh Ricky Harun, Oneng, istrinya, dimainkan oleh Eriska Rein dan Emak oleh Meriam Bellina, Ucup sahabat Bajuri diperankan oleh bintang stand up kemedi Muhadkly Acho.

Pak Parwez selaku produser menanamkan pada saya, tentang Bajaj yang ‘tersisihkan namun sangat dibutuhkan’ oleh warga Ibukota Jakarta. Dan visi beliau itu sedapat mungkin saya mainkan dalam versi film “Bajaj Bajuri” ini. Bajaj, sebagai alat transportasi yang menjadi identitas Bajuri, saya harapkan menjadi lebih hidup dan berperan tidak saja alternatif transportasi bagi publik.

Dengan wajah baru, BAJAJ BAJURI the movie ini memiliki kesempatan untuk memulai kisahnya dari nol. Maka demikianlah, versi film ini dikemas; bagaimana Bajuri bertemu Oneng misalnya, dikashkan dalam film ini. Lalu, jika pecinta serialnya selalu mendapati Emak sebegitu sensinya denan sang mantu, Bajuri, dalam versi filmnya ini, akan terjawab, mengapa selama ini Emak sangat sentimen dengan mantunya itu.

BAJAJ BAJURI  the movie, sebagai sebuah film, mengisahkan bagaimana seorang laki-laki, Bajuri, berusaha untuk membahagiakan cintanya, Oneng. Dengan harapan, jika istrinya bahagia, Emak akan menerimanya sebagai menantu dengan tulus dan ikhlas. Perjuangan Bajuri untuk membuktikan cintanya itulah yang dikisahkan versi filmnya ini. Diharapkan, usaha Bajuri ini, menjadi awalan bagi kisah-kisah segar Bajuri di tahun-tahun mendatang.

Maka, BAJAJ BAJURI the moie ini, memiliki ruang yang lebih luas dan dalam ketimbang serialnya. Unsur komedinya tetap sekental serialnya, diharapkan juga akan semenghibur serialnya hingga menarik para penonton generasi baru untuk tertarik menonton dan bagi penonton serialnya dulu, akan mengalami nuanasa romantisme ketawa ala Bajuri yang kental.

Catatan Penulis – Chairul Rijal dan Raymond Lee

Ketika ada keinginan untuk membawa cerita Bajaj Bajuri yang sebelumnya ditayangkan di TRANS TV sebagai serial sitkom ke layar lebar, penulis ingin membuat Bajaj Bajuri sebagai tontonan yang berbeda dari yang sering dilihat di televisi.

Banyak ide-ide saat menuliskan adegan untuk sitkom Bajaj Bajuri yang belum dapat diwujudkan karena keterbatasan televisi sebagai media, hingga penulis merasa layar lebarlah media yang paling tepat untuk mewujudkan ide-ide tersebut hingga bisa dinikmati oleh masyarakat penggemar Bajaj Bajuri serial.

Comedy, romance dan action adalah gabungan genre yang dirasa paling tepat untuk menampilkan sosok Bajuri, Oneng, dan Emak serta tokoh lain ke layar lebar tanpa meninggalkan konflik-konflik yang terjadi ciri khas dari Bajaj Bajuri di serial untuk TV.

Semula dirasa tidak terlalu sulit menulis sebuah naskah film, karena penulis terbiasa ditantang oleh jadwal produksi untuk menulis naskah setiap minggu dengan durasi satu jam. Namun, menulis naskah film ternyata sangat berbeda dengan alur cerita yang dapat dipakai untuk naskah televisi. Ternyata menulis naskah BAJAJ BAJURI the movie makan waktu kurang lebih tiga tahun, baru ada alur cerita yang dirasa mengreget.

Setelah naskah selesai ditulis, ibu Shanthy Harmayn, produser dari Salto Film langsung tertarik untuk segera memproduksi layar lebar Bajaj Bajuri ini. Tapi karena ada beberap kendala teknis, terpaksa produksi ini harus tertunda. Sampai beberapa tahun kemudian, Pak Parwez punya keyakinan untuk kembali memproduksi naskah ini menjadi tontonan layar lebar yang akan ditunggu-tunggu penggemar Bajaj Bajuri yang pasti sudah kangen menikmati kelicikan Emak, keluguan Oneng dan kelucuan Bajuri.

Sinopsis

Bajuri (Ricky Harun) yang baru mendapat penjualan tanah warisan bapaknya menghadapi berbagai masalah.

Problem Bajuri semakin rumit setelah Emak (Meriam Bellina) menuduh Bajuri akan kawin lagi gara-gara menemukan kwitansi panjer pembayaran rumah baru. Sementara di pemancingan dengan tidak sengaja Bajuri meledakkan empang dengan bom dari tas yang ditemukan Soleh (Dimas Gabra) dan Sahili (Aqshal Pradana) dari rumah kosong. Bajuri dan Ucup (Muhadkly Acho) dituduh sebagai teroris setelah tas berisi bom itu tertinggal di Bank, saat Bajuri mengambil uang untuk pelunasan rumah.

Dalam perjalanan pulang dari Bank, Bajuri dihadang oleh sekelompok perampok (McDanny dan Randhika Djamil) yang dipimpin oleh Hani (Nova Eliza) yang seksi. Usaha perampok gagal setelah bungkusan yang dirampok tertukar nasi bungkus. Perampok terus melanjutkan usahanya dengan menyatroni rumah Bajuri pada malam harinya, tapi gagal lagi gara-gara bentrok dengan Emak yang juga berusaha memancing uang Bajuri.

Akhirnya perampok menjebak Oneng (Eriska Rein) untuk diculik dan dimintai uang tebusan. Tapi yang terjebak dan diculik ternyata Emak dan susi (Surya Insomnia).

Oneng memaksa Bajuri untuk menebus Emak. Bajuri malah menuduh Emak hanya pura-pura agar bisa mendapatkan uangnya.

Oneng mengajak Bajuri l;apor ke polisi. Di kantor polisi Bajuri dan Ucup ketakutan, karena mereka jadi buronan polisi. Oneng yang masih marah dengan Bajuri akhirnya pulang sendiri dan berhasil ditangkap oleh Hani CS.

Ketika Bajuri akan mengambil uang untuk menebus Oneng, rumahnya sudah dikepung polisi dan bom yang diamankan Sahili dan Soleh meledak. Tuduhan keterlibatan keluarga Bajuri di dalam jaringan teroris pun semakin berat.

Berhasilkan Bajuri menyelesaikan maslah-masalahnya dan membuktikan cintanya ke Oneng dan sayangnya ke Emak ?

Pemain dan Tim Produksi

Bajuri – Ricky Harun
Oneng – Eriska Rein
Emak – Meriam Bellina
Ucup – Muhadkly Acho
Usman – Soleh Solihun
Soleh – Dimas Gabra
Dimas – McDanny
Bambang – Randhika Djamil
Hani – Nova Eliza
Kapten Andreas – Rizky Hanggono
Komandan Polsek – Joe Project
Korban Jambret – Rebecca Reijman
Sahili – Aqshal Pradana
Susi – Surya Insomnia
Topeng Monyet – Adit Imsonia
Parti – Eno Lerian
Ibu RT – Ferina Widodo
Satpam Bank – Gofar Hilman
Pengacara – Hengky Soelaeman
Rita – Putri Pak RT – Masayu Clara
Nurmala – Angelica Simperler
Pak RT – Jimmy Gideon
Minah – Firdha Rizky
Pemilik Warteg – Mastur
Hindun – Rohana
Mak Dijah – Ingrid Widjanarko
Rohim – Eman
Pak Haji – Arief Didu
Orang Gila – Awwe
Reporter TV – Sary Latief
Lagu & Penampilan Khusus – PMR (Pengantar Minum Racun)

Produser – Chan Parwez Servia, Fiaz Servia
Sutradara – Fajar Nugros
Produser Eksekutif – Riza, Reza Servia, Mithu Nisar.
Ko Produser – Susanti Dewi
Ide Cerita – Raymond Lee
Penulis Skenario – Raymond Lee, Chairul Rijal
Penata Kamera – Joel F Zola
Penata Artistik – Ikent Arthefact
Penyunting Gambar – Cesa David Luckmansyah
Penata Suara – Khikmawan Santosa
Perekam Suara – Madunazka
Penata Musik – Andhika Triyadi
Penata Videografis – Capluk
Penata Rias & Busana – Gunawan Saragih
Penata Casting – Arief Hafidz, Agung Dien Farid
Fotografer – Rezha PN
Foto Poster – Frans Hambali
Perancang Poster – Jonathan Oh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>