Film Rock N Love Merupakan Perjalanan Cinta Kotak Band

Pendukung film Rock N Love di Press Conferenc Outback Steak House Kuningan City

InfoSinema – Apollo Pictures bekerjasama dengan Warner Music Indonesia merilis film berjudul Rock And Love kisah perjalanan band kotak yang rencananya akan tayang mulai 29 Januari 2015 di seluruh bioskop Indonesia.

Film ini menceritakan kisah perjalanan awal band Kotak sampai menjadi band besar sampai sekarang, tetapi sedikit ditambahkan cerita fiksi terutama cerita cinta dan konflik.

Vokalis band Kotak Tantri Syalindri Ichlasari yang memerankan dirinya sendiri dalam film Rock And Love mengatakan latar belakang pembuatan film ini kebetulan secara tidak sengaja dari berbagai penggalan kisah selama proses pembuatan lagu hingga manggung.

“Dan ternyata Production House tertarik untuk dijadikan film,” tuturnya.

Dalam film ini tentunya tidak hanya sekedar hiburan, tetapi ada nilai atau pesan yang ingin disampaikan kepada penonton terutama paradigma musik rock dan perempuan.

Di mana pesan dalam film ini ingin menyampaikan perubahan paradigma yakni musik rock bukanlah musik yang didominasi oleh laki-laki tapi perempuan juga bisa.

Selain itu, perubahan paradigma band rock yang terkenal bad attitude dengan semua perilaku negatif seperti drug, sex bebas kekurang kompakan dengan krew sampai manager band.

“Kita ingin merubah paradigma buruk tersebut, karena tidak semua band rock seperti itu khususnya di Indonesia,” katanya.

Semantara itu, basis band Kotak Swasti Sabdastantri atau yang akrab dipanggjl Chua mengatakan karakter dalam film ini khususnya personil dari band Kotak memerankan karakter dari masing-masing personil, sedangkan yang lain memang diperankan oleh aktor lain seperti manager dan orang-orang yang ada dilingkungan band Kotak.

“Dan semua performance band ini menjadi bagian dari film, begitu juga dengan soundtrack kami yang buat,” tuturnya.

Dia menambahkan karena ini projek film perdana maka pastinya ada kesulitan terutama berakting, tetapi  syukurnya bisa diatasi dengan baik.

“Kita berharap dengan film ini akan merubah paradigma negatif tentang band rock di Indonesia dan tentunya dapat diterima oleh penonton,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>