Film Basket Pertama di Indonesia “Mata Dewa”

InfoSinema – Setelan film pertamanya Hujan Bulan Juni, kini Sinema Imaji bekerjasama dengan liga basket pelajar terbesar di Indonesia DBL Indonesia dan Shanaya Films memproduksi MATA DEWA, film basket pertama di tanah air bergenre drama olahraga remaja berjudul MATA DEWA. Film ini dibintangi oleh Kenny Austin, Chelsea Agatha, Brandon Salim, Valeria Tifanka, Nino Fernandez, Ariyo Wahab, Dodit Mulyanto, dan penampilan khusus Augie Fantius dan Udjo Project Pop. Film yang disutradarai Andi Bachtiar Yusuf ini terinspirasi dari kisah nyata dalam pertandingan DBL.

Liga DBL, mengusung konsep student-athlete, performa di sekolah sama pentingnya – bahkan mungikin lebih penting – dari performa di lapangan. Diselenggarakan di 25 kota 22 provinsi di Indonesia, DBL telah melahirkan sejumlah atlet basket terbaik. Setiap tahun, sejak 2008, puluhan ribu pemain dari hampir seluruh provinsi di Indonesia berkiprah di DBL. Para pemain dan pelatih terbaik akan terpilih menjadi DBL Indonesia All-Star setiap tahunnya dikirim ke Amerika Serikat untuk dilatih oleh pemain NBA dan atlet kelas dunia. Mata Dewa mengisahkan perjuangan riil anak muda Indonesia untuk bisa mencapai mimpi tersebut.

Film drama olahraga remaja ini mengisahkan tentang siswa dan pemain basket bernama Dewa (diperankan oleh Kenny Austin) yang tinggal di rumah susun dengan pamannya yang diperankan oleh Dodit Mulyanto. Dewa ingin membawa sekolahnya, SMA Wijaya, menjadi juara DBL untuk pertama kalinya. Dewa dan timnya harus berjuang sendiri karena mereka minim dukungan dari teman-teman dan pihak sekolah. Tim basket SMA Wijaya kalah prestasi dari tim voli maupun tim sepak bolanya.

Dalam musim pertama kompetisi, Dewa begitu semangat hingga ia bermain terlalu egois, bahkan dalam suatu pertandingan, Dewa berselisih paham dengan Bumi (diperankan oleh Brandon Salim), sesama pemain Wijaya. Alhasil mereka gagal, dan satu sama lain saling menyalahkan. Kegagalan ini membuat pihak sekolah mengultimatum coach Miko (diperankan oleh Nino Fernandez) dan tim basket SMA Wijaya, kalau gagal di musim berikutnya, tim basket akan dibubarkan.

Pada musim kompetisi berikutnya, Dewa dan timnya berjanji untuk bertanding lebih baik. Bhumi kini berada di tribun penonton untuk memimpin dukungan teman-teman sekolahnya, dan juga ada Bening (diperankan oleh Chelsea Agatha) dan Sitta (diperankan oleh Valerie Tifanka) yang aktif mengikuti perjalanan tim basket SMA Wijaya dan pertandingan ke pertandingan.

Petaka menimpa Dewa, saat menolong Bening dari penjambretan, mata kirinya dihajar preman yang mengakibatkan satu matanya tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga menghambat sebagai pemain basket tentunya. Dewa patah arang. Bening pun merasa bersalah. Kali ini seorang petinju kawakan (diperankan oleh Ariyo Wahab) yang tinggal di seberang rumahnya, membantu Dewa dari keterpurukan.

Andi Bachtiar Yusuf, sang Sutradara bercerita mengenai proses pembuatan film Mata Dewa. “Saat diminta mengerjakan Mata Dewa, yang pertama saya katakan bahwa film ini merupakan film Indonesaia pertama dengan latar olahraga basket. Menarik tentu saja, karena permainan ini sebetulnya sangat populer di tanah air karena baik laki-laki dan perempuan, sama-sama menyukai basket. Selain itu, olahraga ini selalu mengajarkan saya tentang kerjasama team, tujuan, presisi, dan pencapaian,” ujarnya dalam rilis yang dikeluarkan Sinema Imaji pada saat Press Converence peluncuran Poster dan Trailer film Mata Dewa, di kawasan Plaza Indonesia, Jakarta, (23 Januari 2018). Melalui film ini sutradara berharap, “Semoga ke depan akan bertumbuh lagi tema olahraga dalam jagad sinema kita, sebagai bukti bahwa kita sangat mencintai olahraga dan kehidupan,” tambahnya.

“Selama menyelenggarakan kompetisi basket DBL dari Aceh sampai Papua 10 tahun terakhir, kami di DBL banyak terinspirasi oleh kisah anak muda Indonesia yang berjuang agar bisa mengharumkan nama sekolahnya sambil tetap menjaga prestasi di bangku pendidikan. Inilah yang menginspirasi kami untuk membuat film tentang basket pertama di Indonesia. Lalu, kami bertemu dengan Andi Bachtiar Yusuf, sutradara yang memiliki banyak pengalaman membuat film terkait olahraga hingga terciptalah Mata Dewa,” ujar Azrul Ananda, founder dan president director PT DBL Indonesia. “Film ini bukan hanya cocok untuk pemain basket, namun juga untuk seluruh pelajar dan keluarga karena mengajarkan banyak nilai positif seperti kebersamaan dan kerja keras untuk mencapai mimpi. Semoga film ini dapat menginspirasi banyak orang,” harapnya.

Film yang mengambil lokasi shooting di Surabaya dan sekitarnya ini, pada 23 Januari 2018 meluncurkan official trailer pengenalan cast dan poster film. Mata Dewa akan diputar serentak di bioskop-bioskop tanah air mulai 8 Maret 2018. Jangan lewatkan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>